Ginjal dan jantung

Meski berukuran kecil, kira-kira seukuran mouse komputer konvensional, ginjal sangat penting untuk kesehatan dan kualitas hidup kita. Sejumlah peran dilakukan oleh ginjal, seperti menyaring dan membuang sampah dari dalam tubuh, membantu mengatur tekanan darah, menjaga kesehatan tulang, dan merangsang produksi sel darah merah. Di antara sejumlah peran tersebut erat kaitannya dengan fungsi jantung, sehingga ginjal yang rusak juga dapat berdampak pada jantung.

Rusaknya ginjal menyebabkan penumpukan zat-zat yang seharusnya dibuang, diantaranya: fosfor, kalsium dan homosistein yang dapat membahayakan jantung.

Selain itu, ginjal yang rusak tidak mampu lagi mengatur keseimbangan tekanan darah dan jantung pun harus bekerja lebih berat. Itu sebabnya ginjal yang rusak dapat membahayakan fungsi jantung. Karena itu, sudah sewajarnya kita melindungi ginjal sekaligus menyelamatkan jantung, terutama bagi individu yang berisiko.

 

Dua Penyakit Perusak Ginjal = Diabetes dan hipertensi diketahui sebagai dua penyakit yang paling sering merusak ginjal yaitu sekitar 27% dan 44% dari total kasus kerusakan ginjal. Namun selain itu, terdapat kondisi lain yang patut diwaspadai karena berisiko menyebabkan kerusakan ginjal, antara lain: konsumsi obat pereda rasa nyeri (ibuprofen) secara berlebihan atau berkepanjangan, penyalahgunaan obat-obatan (kokain, heroin), usia di atas 50 tahun, dan beberapa penyakit tertentu seperti sickle cell anemia, kanker, AIDS, hepatitis C, dan gagal jantung berat. Bagaimana Caranya Melindungi Ginjal?

Perlindungan terhadap ginjal dapat dilakukan dengan memantau dua penanda penting fungsi ginjal, yaitu estimasi Laju Filtrasi Glomerulus (eLFG) dan albumin dalam urin. Estimasi Laju Filtrasi Glomerulus (eLFG) dapat diketahui melalui pemeriksaan Cystatin C dengan sampel darah, sedangkan albumun dalam urin dapat diketahui dari pemeriksaan albumin urin kuantitatif.

Seseorang dikatakan mengalami penyakit ginjal, jika dalam kurun waktu 3 bulan atau lebih terjadi penurunan eLFG hingga di bawah 60 ml/menit dan terdapat lebih dari 30 mg albumin/g kreatinin dengan atau tanpa penurunan eLFG.

 

Selain dengan memantau fungsi ginjal secara berkala, perlindungan terhadap ginjal juga perlu dilakukan melalui kebiasaan sehat seperti berikut: menjaga berat badan sehat/ideal, minum air putih sesuai kebutuhan, mengurangi konsumsi garam, melakukan aktivitas fisik 30 menit sehari, dan mengonsumsi makanan sehat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s